Tiba-tiba keinget jaman kecil dulu. Hehehe.....ketika bapak masih dinas di BI. Sering banget dinas ke luar kota terutama Pacitan untuk membakar uang yang rusak. Tiap pulang dari Pacitan, sering juga dibawain oleh-oleh. Tau apa? Ayam bakar yang di japit di bilahan bambu. Rasanya.....yuuummmy! Sampai sekarang masih terkenang akan itu. Makanya coba searching di google tentang ayam bakar japit ini. Susah juga yaa....tapi akhirnya menemukan di
Sajian Sedap. Mirip lah ma ayam bakar japit yang kupengen. Jadi...segera ke pasar belakang rumah buat beli ayam kampung. Hehehe....cekidot resep ayam bakar japit yg sudah kumodif ini yaa ^_^
AYAM BAKAR JAPIT
Bahan :
1 ekor ayam kampung, bagi 6 ato 8 (sesuai selera aja deh), cuci bersih, sisihkan
2 batang serai, dimemarkan
3 cm lengkuas, dimemarkan
400 ml santan (pake santan KARA)
2 sdm koya ato kelapa parut yang disangrai kemudian dihaluskan
6-8 tusukan gapit
1 liter air untuk mengempukkan ayam
batang daun pepaya, dipotong 2 cm
minyak untuk menggoreng
Bumbu halus:
6 buah cabai rawit merah
15 butir bawang merah
10 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
1 sdt terasi
2 sdm gula merah
garam dan gula secukupnya
Cara Memasak :
1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis. Diamkan 30 menit.
2. Goreng ayam di dalam minyak yang dipanaskan di atas api sedang sampai berkulit. Sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, serai, dan lengkuas sampai harum dan matang. Tambahkan ayam, aduk rata dan ayam berubah warna.
4. Tambahkan air, garam dan gula, aduk rata. Kecilkan api. Masak hingga kuah menyusut.
5. Tuangkan santan.Aduk sesekali masak sampai kuah mengering. Matikan api.
6. Jepit di tusukan gapit (bambu yang dibelah). Selipkan batang pepaya di ujung tangkainya.
7. Bakar ayam sambil dioles sisa bumbu sampai kecokelatan.
8. Siap disajikan dengan urap dan nasi hangat.
Dapat gapit/japitnya darimana? Hehehe....keinget punya langganan tukang sayur. Biasanya kan jualan ikan pindang tuh. Nah....ikan pindangnya disusun rapi, diantara wadah ikan pindang itu ada gapit/japit yang menahan wadah ikan pindang itu agar tidak mengenai wadah lain. Gapit/japit itu itu yang kuminta. Hihihihi.....^_^ Bersih kok, cuma jadi bau pindang. Sampai rumah aku cuci bersih, sikat sampai bersih baru dipakai deh.
Hiks.....fotonya kurang sip >_< Tapi...moga2 bisa mewakili lezatnya si ayam bakar japit ini yaaa!
Alhamdulillah...bisa menghadirkan kembali kenangan masa kecil. Hehehe....^_^ Jadi pengen pulang ke Kediri....pengen puluk bapak. Sssstt.....hubby & anak2ku pada suka. Apalagi si kakak, maemnya jadi berulangkali. Hihihi...selamat mencoba yaaa!